donald trump

RatuBerita - Biro Macroeconomic Advisers dalam model penelitiannya menyimpulkan, jika kandidat presiden AS dari Partai Republik Donald J Trump memenangkan pemilu presiden, maka pasar saham Amerika Serikat akan jatuh.

Hal ini disebabkan ketidakpastian kebijakan ekonominya. Kebijakan Trump tersebut termasuk ancaman terhadap Meksiko dan China yang merupakan mitra dagang utama AS. Kalau Trump jadi presiden, pasar saham ditaksir bakal turun delapan persen.

"Ada banyak ketidakpastian di sekeliling kepresidenan Trump. Ada berbagai macam hal yang dikhawatirkan," ujar Joel Prakken, direktur pelaksana senior di Macoeconomic Advisers, Rabu (12/10/2016).

Menurut Prakken, pasar membenci ketidakpastian. Adapun kebijakan-kebijakan Trump dan kurangnya rincian terkait kebijakan tersebut, ujar dia, dianggap aneh.

Sementara itu, Macroeconomic Advisers menyatakan, jika kandidat presiden AS dari Partai Demokrat Hillary Clinton memenangkan pilpres, maka pasar saham akan menguat sekira dua persen.

Pasalnya, kebijakan-kebijakan Clinton dianggap serupa dengan kebijakan Presiden Barack Obama.

Selain itu, kemungkinan Clinton unuk memenangkan pilpres juga cenderung lebih tinggi. Sehingga, kemenangan Clinton dianggap tidak terlalu memberi gejolak dari segala arah.

Pada Senin (10/10/2016) waktu setempat, biro poling FiveThirtyEight memasang kemungkinan kemenangan Clinton sebesar 82 persen.

Adapun kemungkinan kemenangan Trump hanya 12 persen. FiveThirtyEight menyatakan, kemungkinan kemenangan Trump mulai menurun sejak debat capres putaran kedua pekan lalu.

Apabila persentase kemungkinan kemenangan Trump terus turun hingga hari H pemilu, maka ini akan membuat kemenangan Trump makin buruk bagi pasar saham.

"Jika Trump menang, maka ini akan menjadi kejutan, dan Anda akan melihat perubahan cepat di pasar," ungkap Prakken.